Senin, 25 Oktober 2010

Metodologi Studi Islam dengan Pendekatan Sosiologi Pengetahuan

Di penghujung akhir abad ke-20, Metodologi Studi ISlam (MSI) mulai mendapat perhatian serius. Departemen Agaa RI menjadikannya sebagai mata kuliah baru (MKU: Mata Kuliah Umum) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa IAIN pada semua fakultas dan jurusan sejak munculnya kurikulum IAIN 1997. Saat itu banyak mahasiswa bahkan para dosen yang merasa bahwa MSI adalah mata kuliah yang benar-benar baru. sedemikian rupa sehingga terkesan sejak berabad-abad yang lalu masyarakat muslim belum pernah memiliki metodologi dalam memahami Islam. tentu kesan ini tidak benar. makna baru dari Metodologi Studi Islam sesungguhnya lebih merupakan pengembangan dari MSI Klasik. Ini kurang lebih sama dengan arti kata "baru"" dalam frase "software baru" dalam dunia komputer. "baru" di situ bukan berarti sebelumnya belum pernah ada software sama sekali, tapi merupakan pengembangan dari software yang telah ada sebelumnya.

perbincangan MSI sebagai mata kuliah baru terus berlanjut hingga sekarang. Ini terbukti dengan dijadikannya MSI sebgai tema muktamar kedelapan Konferensi Liga Unversitas Islam se-Dunia (Mu'tamar Rabithah al-Alam li al-Jami'at al-Islamiyah) pada 2-4 Juli 2007 di Pesntren Modern Gontor Jawa Timur. acara yang dihadiri 120 rektor Universitas dalam dan luar negeri itu mengusung tema "Pengembangan dan Penyeragaman MSI di Universitas-Universitas yang menjadi anggotanya". acara yang dibuka menag Maftuh Basyuni itu merupakan realisasi dari Muktamar ketujuh di Institut Imam al-Auza'i, Beirut, Libanon tahun 2004 yang telah mengamnahkan agar MSI di dunia Islam dikembangkan dan diseragamkan.
dalam perhelatan besar itu, MSI diharapkan mampu memberi kontribusi yang nyata terhadap kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam yang telah diberi anugerah kekayaan alam yang lebih melimpah dari umat lain dan diberi anugerah al-Quran, peta kehidupan, yang terjamin keasliannya mestinya menjadi umat yang maju dan sejahtera. namun fakta berkata lain. Umat Islam terbelakang akibat terjebak pada konflik yang hanya disebabkan oleh perbedaan pemahaman keagamaan, aliran politik, dan kepicikan berpikir. MSI memiliki peran yang strategis dalam menguak kebenaran ajaran agama dan memberi dorongan kepada pemeluk ISlam untuk menerapkan nilai-nilai dan norma-norma Islam dalam kehidupan sehari-hari. MSI sudah saatnya menjadi pencerah dan pelita bagi segala kegelapan dalam menggali mutiara Islam. MSI mestinya menjadi kunci pembuka bagi terkuanya harta karun ISlam yang akan membawa kemajuan umat.
Metode vs Metodologi
 Dalam perbincangan dengan para mahasiswa, penulis sering mendengar pertanyaan apa sesungguhnya perbedaan antara metodologi dengan metode. keduanya memang berbeda. metodologi berasal dari tiga kata Yunani, meta, hetodos, dan logos. meta berarti menuju, melalui, dan mengikuti, hetodos berarti jalan atau cara. maka kata methodos (metode) berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. metode merupakan langkah-langkah praktis dan sistematis yang ada dalam ilmu-ilmu tertentu yang sudah tidak dipertanyakan lagi karena sudah bersifat aplikatif. metode dalam suatu ilmu dianggap sudah bisa mengantarkan seseorang mencapai kebenaran dalam ilmu tersebut. oleh karena itu, ia sudah tidak diperdebatkan lagi karena sudah disepakati oleh komunitas ilmuwan dalam bidang ilmu tersebut.
ketika mdetode digabungkan dengan kata logos maknya berubah. logos berarti studi tentang atau teori tentang. oleh karena itu, metodologi tidak lagi sekadar kumpulan cara yang sudah diterima tapi berupa kajian tentang metode. dalam metodologi dibicarakan kajian tentang cara kerja ilmu pengetahuan. pendek kata, bila dalam metode tidak ada perdebatan, refleksi, dan kajian atas cara krja ilmu pengetahuan, sebalinya dalam metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat, dan merefleksi cara kerja suatu ilmu. itulah makanya, metodologi menjadi bagian dari sistematika filsafat, sedangkan mdetode tidak.
bila demikian, terkait dengan studi Islam, yang benar metodologi ataukah mdetode?
kedua-duanya benar tergantung maksud dan tujuan penggunaan istilah itu. Istilah Metodologi Studi ISlam digunakan ketika seseorang ingin membahas kajian-kajian seputar ragam dan metode yang bisa digunakan dalam studi Islam. Ibarat akan pergi ke Jakarta berangkat dari Semarang, MSI merupakan kajian atas cara-cara yang bisa digunakan agar seseorang bisa sampai Jakarta. Metode yang bisa digunakan tentu saja jalan kaki, naik kapal laut, pesawat, bis, travel, atau menumpang truk barang. pembahasan seputar metode-metode itu baik mencakup hargaa, kenyamanan, kelemahan, resiko maupun sejarahnya termasuk kajian metodologi. dalam studi Islam, kajian tentang metode-metode studi Islam yang pernah ada merupakan metodologi. sebut saja misalnya kajian atas metode normatif, historis, gabungan, filosofis, fenomenologis, sosiologis, dan komparatif. metodologi studi Islam mengenalkan metode-metode itu sebatas teoritis. seseorang yang mempelajarinya juga belum menggunakannya dalam praktik. ia masih dalam tahap mempelajari secara teoritik. kalau ada aplikasinya, tentu saja sekadar upaya pengayaan penguasaan teori bukan menjadikannya sebagai tujuan utama.
berbeda dengan metodologi studi Islam, istilah metode studi ISlam digunakan ketika seseorang telah menetapkan sebuah metode dan akan menggunakannya secara konsisten dalam kajian keIslamannya. Ibarat mau pergi ke Jakarta, maka orang itu telah menetapkan diri untuk mempergunakan pesawat. maka ia tidak perlu lagi memperdebatkan cara-caranya atau bereksplorasi sendiri bagaimana menggunakan pesawat. itu hanya akan menghabiskan waktu dan mepampaui batas dari kapasitasnya sebagai pengguna metode. yang perlu dilakukan oleh calon pengguna pesawat cukup membeli tiket pada suatu maskapai penerbangan dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan tanpa perlu mendebatnya. bila seseorang telah menetapkan untuk memilih sebuah metode sementara ia belum memahami perbedaan antara metodologi dan metode, maka orang itu kemungkinan akan bersikap kurang proporsional. ia akan mendebat prosedur yang telah ada. tentu saja bagi orang itu cukup dikatakan bahwa "kalau masih mempertanyakan prosedur dan proses yang ada dalam sistem penggunaan jasa pesawat, anda tidak harus naik pesawat. anda bisa memilih metode lain untuk sampai jakarta!" itulah perbedaan antara metode dan metodologi. pendeknya, metode studi Islam merupakan aplikasi seseorang dari salah satu metode yang telah dipilihnya dalam mengkaji Islam. Metode Studi Islam tidak lagi mengandung perdebatan seputar metode yang digunakannya. ia cukup menerima dan menggunakannya secara konsisten. sementara metodologi studi ISlam sangat teoritis dan disputable (dapat diperdebatkan).


Urgensi MSI
 kemunculan MSI, dalam arti metodologis, pernah menimbulkan pesismisme berbagai pihak. bahkan ada yang menuduh MSI merpuakan revisi-subversif atas ilmu-ilmu keIslaman seperti ilmu-ilmu seputar AlQuran, ilmu-ilmu seputar hadits, dan ilmu-ilmu seputar fikih yang dilakukan oleh mereka yang otaknya telah dicuci oleh para orientalis. ini tidaklah tepat. MSI sama sekali tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar