Ghaliza 13 April 2010 10:43
Saya berani memberikan judul diatas karena memang secara fakta Susno tidak pernah menyerang pemerintah yang berkuasa. Lihat saja sepak terjangnya selama ini, misalnya dalam mengungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Bibit-Chandra tidak ada sama sekali hal yang merugikan SBY. Justru yang ada, kalau perkara Bibit-Chandra terbukti di pengadilan Susno akan menjadi “pahlawan” bagi SBY. Pahlawan dalam hal mendorong kebijakan pemerintah melakukan pemberantasan korupsi dan tentunya ada “dendam” yang tersalurkan.
Dalam perkara bailout Bank Century, Susno pun hanya memaparkan proses pemeriksaan perkara. Yang bersangkutan tidak pernah menyinggung niat untuk memanggil Boediono dan Sri Mulyani untuk diperiksa. Sepengetahuan saya Susno juga tidak pernah menyampaikan bahwa Kabareskrim akan atau telah meminta Boediono dan Sri Mulyani untuk hadir diperiksa di Mabes Polri. Sepengatahuan saya lontaran komentarnya hanya fokus pada pemeriksaan dan penangkapan hingga penyerahan berkas ke Kejaksaan dalam perkara RT. Hanya berhenti disini.
Dalam perkara Gayus Tambunan, Susno mengungkap bahwa mafia pajak tidak hanya dilakukan oleh Gayus, melainkan juga melibatkan atasan Gayus. Susno sempat menyebut Menteri Keuangan tetapi tidak menyebut nama itupun hanya satu kali penyebutan.
Menarik dikaji dalam pengungkapan perkara Gayus oleh Susno. Saat seluruh petinggi negeri dan masyarakat disibukan dengan bailout Bank Century tiba-tiba muncul kasus Gayus Tambunan. Kasus ini berhasil dan menurut Cipta Lesmana sangat berhasil menutup isu Bank Century. Artinya apa? secara tidak langsung tindakan Susno menguntungkan pemerintah berkuasa, terutama SBY-Boediono dan partai politik yang tidak setuju dengan rekomendasi politik kasus Bank Century. Entah sengaja atau tidak sengaja, tindakan Susno mengungkap praktek mafia pajak hingga mafia hukum merupakan prestasi luarrr biasa Susno dan sampai saat ini didukung sepenuhnya oleh Satgas Mafia Hukum.
Kita dan masyarakat mengetahui bahwa Satgas Mafia Hukum = SBY, yang dibentuk untuk memberantas mafia. Jadi sebenarnya pertemuan-pertemuan Susno dengan Satgas secara tidak langsung sedang memberikan informasi mafia kepada SBY. Jika Satgas menerima dan mendukung Susno sudah pasti itu irama yang sama dari SBY. Jadi sebenarnya Susno sedang menjadi orangnya SBY untuk mengungkap praktek-praktek mafia hukum.
Keuntungan yang diperoleh SBY dalam kasus mafia yang diungkap oleh Susno, selain untuk menutup isu bailout bank century (yang diduga melibatkan Boediono dan Sri Mulyani) juga secara tidak langsung sedang menaikkan citra SBY dalam memberantas mafia. Ini merupakan bukti nyata kepada masyarakat bahwa SBY serius memberantas mafia.
Terdapat pula keuntungan yang diperoleh Susno, yaitu keberhasilannya untuk mengembalikan citra yang sempat terpuruk hingga titik nadir, pasca perseteruan cicak dan buaya. Tidak menutup kemungkinan pencitraan Susno hari ini akan membenarkan adanya praktek mafia hukum yang dituduhkan ke Bibit-Chandra, mengingat adanya konsistensi kebenaran informasi adanya mafia di tubuh Polri dan institusi pajak yang diungkap Susno. Masyarakat dalam benaknya bertanya-tanya, “jangan-jangan tuduhan kepada Bibit-Chandra benar?”.
Menurut saya jika tidak ada aral melintang dan apabila masyarakat mendukung, Susno pun akan mendapat kembali kemilau bintangnya di Polri. Hal ini sudah dapat dilihat dari dukungan masyarakat serta konsistensinya memberantas korupsi hingga pungli saat menjabat sebagai Kapolda Jabar (menurut kutipan bocahndeso). Tidak menutup kemungkinan jabatan Kapolri akan diraih untuk melanjutkan reformasi di tubuh Polri atau setidaknya bisa duduk menjadi ketua KPK. Sebab kebijakan SBY adalah memberantas korupsi sehingga membutuhkan orang-orang yang konsisten terhadap pemberantasan korupsi.
Akhirnya tragedi Bandara Soekarno-Hatta menjadikan Susno mendapat banyak simpati. Semuanya mengeluk-elukan keberanian Susno dalam melawan praktek mafia hukum dan mendorong Susno untuk melanjutkan memberantas mafia hukum. Ya sudah pasti Susno akan mendapatkan perintah LANJUTKAN!