Sabtu, 22 Agustus 2009

Surat Alhujurat

Surat al-Hujurat

Surah ini terdiri dari 118 ayat,

Termasuk golongan sura-surah Madaniyah,

Diturunkan sesudah surah al-Mujadalah.

Surat ini dinamakan AL-HUJURAT yang berarti “kamar-kamar”,

Diambil dari ayat ke-4

Surah al-Hujurat merupakan salah satu surah Madaniyah yang turun sesudah Nabi saw berhijrah. Demikian kesepakatan ulama. Bahkan kali ini salah satu ayatnya yang dimulai dengan Ya Ayyuha an-Nas yaitu pada ayat 13 yang biasa dijadikan ciri ayat yang turun sebelum hijrah disepakati juga bahwa ia turun dalam periode Madinah yakni sesudah hijrah Nabi saw, meskipun ada riwayat yang diperselisihkan nilai keshahihannya bahwa ayat tersebut turun di Mekah pada saat haji Wada’ Nabi saw. Namun demikian kalaupun riwayat itu benar, ini tidak menjadikan ayat 13 tersebut Makkiyah, kecuali bagi mereka yang memahami istilah Makkiyah sebagai ayat yang turun di Mekkah. Mayoritas ulama menamai ayat yang turun sebelum hijrah adalah Makkiyah—walau turunnya bukan di Mekkah—dan menamainya Madaniyah walau ia turun di Mekkah selama waktu turunnya sesudah Nabi saw berhijrah ke Madinah.

Namanya al-Hujurat terambil dari kata yang disebut pada salah satu ayatnya (ayat 4). Kata tersebut merupakan satu-satunya kata dalam Alquran sebagaimana nama surah ini “al-Hujurat” adalah satu-satunya nama baginya.

Tujuan utamanya berkaitan dengan sekian banyak persoalan tata krama yang juga menjadi sabab nuzul surah ini. Tata krama terhadap Allah, terhadap Rasul-Nya, terhadap sesama muslim yang taat dan juga yang durhaka serta terhadap sesama manusia. Karena itu terdapat lima kali panggila Ya Ayyuha Alladzina Amanu terulang pada suran ini, masing-masing untuk kelima macam obyek tata krama itu.

Surah ini tidak lebih dari 18 ayat tetapi ia mengandung sekian banyak hakikat agung menyangkut akidah dan syariat serta hakikat-hakikat tentang wujud dan kemanusiaan, termasuk hakikat-hakikat yang membuka wawasan yang sangat luas dan luhur bagi hati dan akal. Demikian Sayyid Quthub memulai urainnya tentang surah ini. Menurutnya, ada dua hal yang menonjol pada surah ini.

Yang pertama, surah ini hampir saja meletakkan dasar-dasar gambaran yang menyeluruh tentang suatu alam yang sangat terhormat, bersih dan sejahtera. Surah ini mengandung kaidah dan prinsip-prinsip serta sistem yang hendaknya menjadi landasan bagi tegak dan terpelihara serta meratanya keadilan dunia. Dunia memiliki sopan santun yang berkaitan dengan bisikan hati dan gerak-gerik anggota tubuh, di samping syariat dan ketentuan-ketentuannya.

Yang kedua, yang sangat menonjol pada surah ini adalah upayanya yang demikian besar dan konsisten pada bentuk petunjuk-petunjuknya dalam rangka membentuk dan mendidik komunitas muslim dan yang benar-benar telah pernah terbentuk pada suatu waktu di persada bumi ini. Dengan demikian, petunjuknya bukanlah ide-ide yang tidak dapat diterapkan atau sesuatu yang hanya hodup dalah khayal seseorang. Demikian secara sangat singkat Sayyid Qutuhub mengantar uraiannya tentang surah ini.

Surah ini merupakan surah yang ke 108 dari segi perurutan turunnya. Ia turun sesudah suran al-Mujadalah dan sebelum surah al-Tahrim. Menurut riwayat ia turun pada tahun IX Hijrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar